Haii... my love... pastinya hanya kamu dan aku pengunjung blog ini.. hehe.. I want you to keep writing.. dan smua akan aku masukin ke blog ini... mana tau nanti, kita bisa bikin buku untuk tulisan-tulisanmu.. hehe... muuaaccchhhhh... For our Love in Everyday Dreams yang InsyaAllah untuk selamanya...

Minggu, 16 Oktober 2011

TENTANG KEAJAIBAN CINTA


Aku yakin JAMES CAMERON tidak pernah membaca Al-Quran Surat Asy – Syuura 42:32. yang berbunyi "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung." Sebelum akhirnya dia menulis sebuah film fenomenal sepanjang masa TITANIC di tahun 1997.
Lantas.. apa hubungannya Surat Asy-Syuura 42:32 dengan James Cameron; Dalam surat tersebut Allah mengingatkan kita akan kuasa dan kebesarannya atas alam ciptaannya, trus oleh James Cameron semua ini dia visualisasi dalam sebuah tontonan yang membuat kita harus sadar diri dan belajar, sesungguhnya apa yang ada di alam ini atas kehendakNya bukan karena keangkuhan dan kesombongan manusia seperti yang tunjukkan oleh Kapten kapal Titanic Smith dan Wenny Kathe, yang mengumbar kata bahwa kapal besar dan megah itu tidak akan pernah tenggelam oleh siapapun termasuk Tuhan, tapi ternyata akhirnya harus tenggelam bahkan patah menjadi dua hanya oleh bongkahan batu es.. yg kadang menemani sirup atau cocacola digelas kala kita haus.
Selain kita belajar bahwa hidup ini adalah milikNYA, kita juga banyak belajar dari cerita percintaan yang ditulis oleh James Cameron. Sungguh cinta bukanlah sebuah rekayasa, ketika dia menghampiri hati kita dan menitipkan harumnya bunga, kita akan terlena dan dininabobokan oleh tembang-tembang perasaan yang romantis.
Benar, akhir-akhir ini MATA HATI CINTA sudah realistis, hidup tanpa materi bukanlah pilihan, dan cinta tanpa materi bukan tujuan. Mungkin ini yang paling realistis kalau kita lihat ekses yang timbul dalam psikologi sosial masyarakat kita akhir-akhir ini.
Cinta penuh pengorbanan hanya ada dalam novel Romeo and Julietnya William Sheakeaspere, dan jaman sekarang sudah tidak laku untuk di konsumsi, basi katanya.
Tapi kalau kita mau "bugil" mengungkapkan rasa yang sesungguhnya, kemiskinan kasih sayang yang melanda kehidupan kita saat ini, karena pudarnya romantisme akibat kurangnya ilmu percintaan yang kita miliki, orang lebih banyak belajar bagaimana dicintai ketimbang bagaimana mencintai. Akibatnya materi menjadi tujuan utama, karena dengan lebih mengharapkan dicintai, artinya kita selalu bersolek diri dengan materi, menghiasi diri dengan materi bahkan mempesonakan diri dengan materi. Cinta adalah lapisan bawah dari kulit ari tujuan kita mencari pasangan.
Lantas dalam sebuah Scene.. Titanic, betapa indahnya cinta ketika dia menghapus strata sosial antara Jack yang dari kalangan  miskin berandalan dan Rose yang bangsawan, yang notabene sudah memiliki pasangan yang juga bangsawan. Tapi akhirnya cinta memupus materi, ketika Rose merasa hidup bukanlah benda mati seperti materi. Dia butuh pemuasan dan penghargaan. Ternyata menciptakan belaian kasih sayang ditengah samudera Atlantik sangatlah mudah ketimbang membuat kapal Titanic yang dilakukan oleh lebih dari lima belas ribu orang ldi Belfast Kanada. Tapi mengapa begitu kita ubah maknanya, harga sebuah kasih sayang jauh lebih mahal ketimbang harga kapal Titanic yang megah itu. Jawabnya, karena tidak semua kita tahu dan mengerti, bagaimana memperlakukan dan menghargai kasih sayang yang di anugerahkan kepada kita semua.
Selanjutnya, adegan tragis lainnya ditampilkan dalam sebuah pengorbanan anak muda yang hanya bermodalkan ketulusan dalam mencintai kekasihnya. Saat kapal Titanic luluh lantah, dan semua penumpang tumpah ruwah dalam luasnya alam laut atlantik di malam hari. Disisi lain, sekeping papan telah menyelamatkan Jack dan Rose. Tapi tentu tidaklah mungkin keduanya bisa berada diatas papan itu. Artinya, salah satu harus mengalah untuk tenggelam ditengah dera dingin atlantik yang laksana  tusukan ribuan pedang. Jack tentu harus memilih tusuk-tusukan dingin itu untuk merajam jantung hidupnya demi menyelamatkan jantung hatinya, sungguh sebuah pilihan kemanusiaan yang sangat manusiawi. Wanita harus diatas segalanya, ketika pilihan diberikan kepada laki-laki ksatria.
Ketika memastikan jantung hatinya hidup, Jack pun akhirnya tenggelam dalam lautan atlantik. Hidup boleh saja mengubur jasadnya, tapi hatinya tak pernah mati untuk cinta yang selalu dia hargai.
Sepertinya ini adalah sebuah pengorbanan cinta yang ideal. Tetapi ketika kita kaji dalam nalar duniawi, rasa kata ideal adalah sebuah kemustahilan. Dan kalau kita dapat melakukan sebuah kemustahilan, itu adalah mukjizat.
Nah, wahai wanitaku. Jika kamu merasa aku telah melakukan sesuatu yang mustahil dalam dunia ini, anggaplah ini mukjizat atas ketulusanku untuk menghargai kasih sayangmu. Bukan malah berpaling atau meninggalkan aku dalam kesendirian dan tanda tanya besar. Dibalik rasa berdosaku atas apa yang telah teranyam dan bersemayam dalam rasa yang mewarnai hati kita, aku sungguh tak mampu menghindari hadirmu yang adalah mukjizat bagiku juga. Itu artinya aku telah diberi anugerah terindah yang pernah aku miliki.... Walau akhirnya aku harus belajar dari kesalahan masa laluku, dan merasa aku bukanlah materi yang kamu cari dalam hidup ini. Tapi izinkan aku mengukir senyum indah penuh kebahagiaan dalam lekuk indah lukisan Ilahi dibibirmu..
AKU TETAP AKAN BELAJAR DARI SEBUAH KAPAL TENTANG CINTA YANG PERNAH HADIR.. WALAU AKHIRNYA HARUS TENGGELAM DALAM TANGISKU YANG TANPA AIR MATA....
Oleh : Fabiel Aleska

Tidak ada komentar:

Posting Komentar